Penutupan Pembekalan Ketahanan Pangan

Bandung Barat,4 Desember 2025 — Penutupan resmi program dilakukan oleh Brigjen TNI Washington Simanjuntak dan Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno. Acara dihadiri Kepala BPVP Bandung Barat dan jajaran terkait. Penutupan menandai akhir pelatihan intensif selama sebelas hari.

Ringkasan Program

Program Pembekalan Ketahanan Pangan berlangsung sejak 24 November hingga 4 Desember 2025. Kegiatan diikuti oleh 220 prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan. Tujuan utama adalah memperkuat kemandirian pangan di wilayah teritorial. Program ini merupakan kolaborasi strategis antara BPVP Bandung Barat dan Pusterad. Kolaborasi menekankan sinergi antara militer dan lembaga pelatihan sipil. Pendekatan ini menggabungkan teori dan praktik lapangan. Pelatihan dirancang agar aplikatif dan mudah diterapkan di desa. Materi disusun untuk kebutuhan lokal dan sumber daya setempat. Hasil diharapkan meningkatkan ketahanan pangan komunitas.

Tujuan dan Dampak

Program bertujuan meningkatkan kapasitas prajurit dalam pertanian dan peternakan. Peningkatan kapasitas diharapkan memperkuat peran teritorial dalam pembangunan. Kemandirian pangan menjadi fokus utama kebijakan ini. Dampak jangka pendek terlihat pada keterampilan teknis peserta. Dampak jangka panjang diharapkan pada ketahanan pangan daerah. Program juga membuka peluang kerja sama dengan kelompok tani lokal. Peningkatan kapasitas prajurit juga mendukung stabilitas sosial. Prajurit yang terampil dapat membantu saat krisis pangan lokal. Keberlanjutan program akan menentukan manfaat nyata di lapangan.

Isi Pelatihan

Pelatihan terdiri dari empat hari teori dan enam hari praktik. Sesi teori membahas konsep dasar pertanian dan peternakan. Sesi praktik dilaksanakan di workshop, kandang, dan area budidaya. Materi teori mencakup manajemen usaha tani dan biosekuriti. Peserta belajar perencanaan produksi dan pemasaran hasil. Materi disampaikan oleh instruktur dari BPVP dan Pusterad. Praktik lapangan memberi pengalaman langsung pada budidaya dan pemeliharaan. Peserta bekerja dengan peralatan nyata dan hewan ternak. Pengalaman ini mempercepat pemahaman teknis dan adaptasi.

Rumpun Peternakan

Rumpun peternakan mencakup unggas, ruminansia, dan perikanan air tawar. Peserta mempelajari manajemen pakan dan kesehatan hewan. Praktik meliputi pemeliharaan, sanitasi, dan pemantauan produksi. Pelatihan unggas fokus pada pemeliharaan dan produksi telur. Peserta belajar teknik pemeliharaan yang hemat biaya. Materi juga mencakup pencegahan penyakit unggas. Ruminansia diajarkan teknik pemeliharaan dan pemeliharaan pakan. Peserta mempelajari pemeliharaan sapi dan kambing skala kecil. Perikanan air tawar mengajarkan budidaya ikan konsumsi lokal.

Rumpun Pertanian

Rumpun pertanian meliputi hortikultura dan hidroponik modern. Peserta belajar teknik budidaya sayur dan buah yang efisien. Hidroponik diajarkan sebagai solusi hemat lahan dan air. Pelatihan juga mencakup pengoperasian traktor dan mekanisasi ringan. Peserta dilatih mengoperasikan dan merawat alat pertanian. Keterampilan ini meningkatkan produktivitas lahan. Tanaman industri seperti kopi, kakao, dan sawit menjadi bagian materi. Peserta mempelajari budidaya dan pasca panen. Materi tanaman pangan dan palawija melengkapi keterampilan ketahanan pangan.

Arahan Pusterad

Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno menegaskan pentingnya pembinaan teritorial modern. Ia menekankan prajurit harus adaptif dan produktif. Kolaborasi dengan BPVP dianggap langkah strategis. Arahan menyoroti peran prajurit dalam pemberdayaan masyarakat. Prajurit diharapkan menjadi agen perubahan di desa. Mereka juga diminta membangun hubungan baik dengan kelompok tani. Pusterad mendorong integrasi keterampilan pertanian ke dalam tugas teritorial. Integrasi ini memperkuat fungsi pertahanan non-militer. Hasilnya diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Komitmen Berkelanjutan

BPVP dan Pusterad menegaskan komitmen berkelanjutan pada penguatan SDM pertahanan. Komitmen ini mencakup pelatihan lanjutan dan evaluasi berkala. Tujuan akhir adalah mendukung pembangunan nasional. Rencana tindak lanjut mencakup monitoring dan pendampingan lapangan. Monitoring bertujuan mengukur dampak program secara nyata. Pendampingan membantu peserta mengatasi kendala teknis. Komitmen juga membuka peluang kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain. Pemerintah daerah dan kelompok tani dapat dilibatkan. Sinergi ini memperbesar peluang sukses program.

Aspek Sosial dan Keterlibatan Masyarakat

Program mendorong keterlibatan kelompok tani setempat dalam pelatihan. Keterlibatan ini mempercepat transfer pengetahuan dua arah. Masyarakat mendapat manfaat langsung dari praktik yang diajarkan. Prajurit dan warga diharapkan membangun kemitraan jangka panjang. Kemitraan ini dapat meningkatkan produksi dan pemasaran hasil. Hubungan yang baik juga memperkuat ketahanan sosial. Kegiatan penyuluhan dan demo lapangan direncanakan pasca pelatihan. Demo membantu masyarakat melihat hasil praktik secara nyata. Penyuluhan memperkuat adopsi teknologi sederhana.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut

Disarankan alumni membentuk kelompok kerja lokal untuk berbagi praktik. Kelompok ini dapat menjadi pusat pembelajaran bagi warga. Kelompok juga memudahkan koordinasi bantuan teknis. Monitoring dan evaluasi berkala perlu dilakukan untuk mengukur dampak. Evaluasi membantu menyesuaikan materi pelatihan berikutnya. Data evaluasi juga berguna untuk kebijakan skala lebih luas. Selain itu, disarankan membuat modul ringkas untuk disebarkan. Modul memudahkan replikasi pelatihan di daerah lain. Versi digital dan cetak akan memperluas jangkauan pembelajaran.

Lihat Postingan Asli di: https://www.instagram.com/p/DR9YdImiR1O/?img_index=1

Lihat Berita Lainnya: https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/berita-terkini/

Baca Berita lainnya

Berita seputar Ketenagakerjaan dan Pelatihan.
SaveInta
Kunjungan Disnaker Kabupaten Indramayu ke BPVP Bandung Barat
Momentum Kunjungan Strategis BPVP Bandung Barat menerima kunjungan dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Indramayu bersama Ibu Kepala Dinas, Kamis (15/1). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pengembangan pelatihan vokasi. Kolaborasi ini diarahkan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan industri. Dengan adanya kunjungan ini, komunikasi antar lembaga semakin terbuka dan produktif. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan komitmen bersama dalam membangun tenaga...
SaveInta
Penjajakan Kerja Sama Pelatihan TPS3R Garut
Upaya Peningkatan Kompetensi TPS3R Upaya peningkatan kompetensi pengelola TPS3R terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. BPVP Bandung Barat menjajaki kerja sama pelatihan dan sertifikasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelola TPS3R. Dengan begitu, sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu mencetak tenaga terampil yang siap menghadapi tantangan...
17
Punya Skill Akademi Jajaki Kerjasama ke BPVP Bandung Barat
Kolaborasi untuk Pelatihan Vokasi Relevan Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pada 8 Januari 2026, BPVP Bandung Barat menerima kunjungan dari Punya Skill Akademi. Kunjungan ini dilakukan untuk menjajaki kerja sama pengembangan pelatihan vokasi. Fokus utama kerja sama adalah pada kejuruan Smart Creative Skill yang sedang berkembang. Dengan adanya kolaborasi, pelatihan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan industri kreatif. Selain itu,...

Anda Siap Tingkatkan Skill dengan Kami?

Pilih topik pelatihan sesuai minatmu dan segera pelajari materinya untuk menguasai keahlian yang kamu butuhkan dalam karirmu.
Scroll to Top