Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat melaksanakan koordinasi hasil Pelatihan Agroforestry Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini digelar bersama Pusgenri pada Kamis, 30 Januari 2026. Pertemuan diterima langsung oleh Kepala Pusgenri Kementerian Kehutanan RI. Dengan adanya koordinasi ini, hasil pelatihan dapat dievaluasi secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi antarinstansi. Hal ini penting agar setiap program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan terukur.
Tindak Lanjut Program Pelatihan
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Pelatihan Agroforestry sepanjang tahun 2025. Program tersebut hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Kehutanan. Pelatihan dilaksanakan melalui UPTP BPVP Bandung Barat dengan dukungan berbagai stakeholder. Sebanyak 130 paket pelatihan telah terlaksana dengan total peserta mencapai 2.080 orang. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan berbasis lingkungan. Dengan dukungan lintas sektor, pelatihan ini mampu menjangkau berbagai daerah dan kelompok masyarakat.
Evaluasi dan Pembinaan Lanjutan
Evaluasi Pelatihan Agroforestry menunjukkan hasil positif dengan peserta dinilai kompeten. Hal ini didukung instruktur berkualitas melalui kolaborasi lintas instansi. Namun, diperlukan evaluasi jangka menengah dan pembinaan lanjutan. Dukungan inkubasi serta pemasaran juga penting agar dampak pelatihan berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, program lanjutan tahun 2026 dapat lebih siap. Selain itu, evaluasi berkelanjutan akan membantu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi peserta setelah pelatihan. Dengan begitu, solusi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Program Agroforestry telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kompetensi pemuda semakin kuat dan kepedulian lingkungan meningkat. Selain itu, kapasitas usaha berkelanjutan juga berkembang melalui pelatihan ini. Dengan sinergi antarinstansi, pembangunan sumber daya manusia semakin produktif. Program ini sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang berwawasan lingkungan. Dampak sosial juga terlihat dari meningkatnya partisipasi komunitas lokal dalam menjaga hutan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif.
Harapan Ke Depan
BPVP Bandung Barat berharap koordinasi ini menjadi fondasi program berkelanjutan. Dengan dukungan Pusgenri dan stakeholder lain, pelatihan Agroforestry akan semakin relevan. Harapan besar ditujukan agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri hijau. Dengan demikian, Indonesia dapat mencetak SDM yang kompeten sekaligus peduli lingkungan. Selain itu, kerja sama lintas kementerian diharapkan terus diperkuat agar program vokasi semakin terintegrasi. Dengan sinergi yang berkelanjutan, pelatihan Agroforestry dapat menjadi model pengembangan SDM berbasis lingkungan di masa depan.



Lihat Postingan Asli di: https://www.instagram.com/p/DUMpP7pk9Sc/?img_index=1
Lihat Berita Lainnya: https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/berita-terkini/