Upaya Peningkatan Kompetensi TPS3R
Upaya peningkatan kompetensi pengelola TPS3R terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. BPVP Bandung Barat menjajaki kerja sama pelatihan dan sertifikasi bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelola TPS3R. Dengan begitu, sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan mampu mencetak tenaga terampil yang siap menghadapi tantangan pengelolaan sampah modern. Selain itu, kolaborasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendukung agenda lingkungan berkelanjutan.
Rencana Pilot Project Pengelolaan Sampah
Pertemuan tersebut juga membahas rencana pelaksanaan pilot project pengelolaan sampah terpadu. Pemerintah Kabupaten Garut mendukung langkah awal penerapan model TPS3R yang terstandar. Model ini berbasis kompetensi sehingga diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain. Selain itu, pilot project ini akan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan adanya proyek percontohan, masyarakat dapat melihat langsung manfaat sistem pengelolaan sampah terpadu. Pilot project ini juga akan menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan program di masa depan.
Peran Alumni dan Praktisi Lingkungan
Kegiatan ini turut dihadiri Ibu Tini Martini, alumni pelatihan pengolahan sampah organik BPVP Bandung Barat tahun 2023. Kini beliau aktif sebagai praktisi lingkungan di bidang daur ulang sampah. Selain itu, beliau juga menjadi Koordinator Fasilitator Kang Raling atau Kampung Ramah Lingkungan. Gerakan berbasis masyarakat ini telah berkontribusi nyata dalam pengurangan sampah di Kabupaten Garut. Kehadiran alumni menunjukkan pentingnya peran individu dalam mendukung gerakan lingkungan. Selain itu, keterlibatan praktisi memberi inspirasi bagi generasi muda untuk peduli terhadap isu sampah.
Dampak Sosial dan Lingkungan
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi, pengelola TPS3R akan lebih percaya diri dalam menjalankan tugas. Selain itu, masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Dampak sosial juga terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak rumah tangga. Hal ini akan memperkuat budaya peduli lingkungan yang tumbuh di masyarakat.
Harapan Ke Depan
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan. Dengan dukungan lintas sektor, pengelolaan sampah dapat menjadi lebih terarah dan terukur. Harapannya, Kabupaten Garut dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah terpadu. Jika berhasil, model ini bisa direplikasi di wilayah lain untuk mendukung Indonesia bebas sampah. Ke depan, kerja sama ini juga diharapkan mampu membuka peluang investasi di bidang pengelolaan sampah. Selain itu, program ini dapat memperkuat posisi Garut sebagai daerah yang inovatif dalam pengelolaan lingkungan.



Lihat Postingan Asli di: https://www.instagram.com/p/DTaltkJCXYy/?img_index=1
Lihat Berita Lainnya: https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/berita-terkini/