BPVP Bandung Barat menerima kegiatan Patok Banding Penyelenggaraan Pelatihan dari Pusat Pelatihan Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian, Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik, diskusi, serta pertukaran pengalaman terkait pengelolaan dan pelaksanaan pelatihan vokasi. Pertemuan ini juga memperkuat hubungan kelembagaan antar unit pelatihan di bawah kementerian. Dengan adanya kegiatan ini, lembaga dapat saling memahami tantangan yang dihadapi. Hal tersebut menjadi dasar penting untuk membangun kerja sama yang lebih solid.
Ruang Diskusi dan Pertukaran Pengalaman
Kegiatan patok banding membuka kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi secara terbuka. Mereka membahas strategi pengelolaan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, dilakukan pertukaran pengalaman tentang praktik terbaik dalam penyelenggaraan pelatihan. Diskusi ini mendorong terciptanya ide baru yang dapat diterapkan di berbagai daerah. Dengan berbagi pengalaman, lembaga dapat memperbaiki sistem pelatihan yang sudah berjalan. Hal ini akan meningkatkan kualitas program vokasi secara berkelanjutan.
Sinergi Antar Lembaga
Melalui patok banding ini, diharapkan terbangun sinergi antar lembaga dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan. Sinergi tersebut penting untuk menciptakan pelatihan yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dengan adanya kerja sama, program pelatihan dapat lebih terarah dan sesuai kebutuhan industri. Kolaborasi antar lembaga juga memperkuat ekosistem vokasi di tingkat nasional. Hal ini akan mendukung terciptanya tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Sinergi ini sekaligus memperkuat peran lembaga pelatihan dalam pembangunan daerah.
Dampak Sosial dan Pemberdayaan
Kegiatan patok banding tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pelatihan, tetapi juga aspek sosial. Pertemuan ini memperkuat rasa kebersamaan antar lembaga dalam mencetak tenaga kerja unggul. Selain itu, kerja sama ini berpotensi meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa dan daerah tertinggal. Dengan SDM yang kompeten, peluang kerja akan semakin terbuka. Hal ini akan membantu mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Dampak positifnya juga dirasakan oleh dunia usaha yang membutuhkan tenaga kerja terampil.



Lihat Postingan Asli di: https://www.instagram.com/p/DSfIB9wiVyI/?img_index=1
Lihat Berita Lainnya: https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/berita-terkini/