Bandung Barat, 2 Desember 2025 — BPVP Bandung Barat menjadi lokasi awal asesmen Project LISTRAF pada 1–2 Desember 2025. Kegiatan ini bagian dari agenda nasional Kemnaker untuk memperkuat transformasi balai pelatihan. Tim ahli dan tim teknis hadir untuk menilai kesiapan kelembagaan dan layanan vokasi.
Apa itu LISTRAF
LISTRAF adalah program nasional untuk memperkuat layanan ketenagakerjaan dan sistem informasi pasar kerja. Program ini menghubungkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri secara lebih nyata. LISTRAF juga mendorong integrasi pelatihan, job matching, dan layanan karier yang adaptif.
Tujuan Asesmen di BPVP Bandung Barat
Asesmen bertujuan mengukur kesenjangan fungsi kelembagaan BPVP terhadap arah transformasi Kemnaker. Data yang dikumpulkan menjadi dasar pedoman organisasi, strategi transformasi, dan SOP kelembagaan. Hasil asesmen juga memetakan kesiapan tata kelola, mutu pelatihan, dan manajemen SDM.
Pelaksanaan Asesmen
Selama dua hari, tim melakukan pengumpulan data, wawancara, dan penelusuran proses bisnis. Diskusi melibatkan DUDI, alumni, dan pemangku kepentingan daerah untuk data lapangan. BPVP Bandung Barat menjadi lokasi perdana dari 43 balai dan satuan pelayanan target project.
Dimensi Penilaian
Asesmen fokus pada lima dimensi strategis: kematangan organisasi, produktivitas, demand driven, kemampuan adaptif, dan branding digital. Setiap dimensi dinilai berdasarkan mutu pelatihan, tata kelola, dan keterlibatan industri. Penilaian ini membantu identifikasi kesenjangan fungsi dan prioritas perbaikan.
Rekomendasi dan Arah Penguatan
Hasil asesmen akan menjadi rekomendasi pedoman dan kebijakan transformasi BPVP sebagai pusat pelatihan. Rekomendasi mencakup penjaminan mutu, layanan konsultasi ketenagakerjaan, dan penghubung antara pencari kerja dan industri. Transformasi diharapkan menjadikan BPVP lebih modern, responsif, dan inovatif.
Dampak pada Ekosistem Vokasi
Transformasi BPVP berpotensi memperkuat keterkaitan antara pelatihan dan kebutuhan industri sehingga serapan lulusan meningkat. Dengan demikian, kesenjangan kompetensi dapat berkurang dan relevansi kurikulum meningkat. Kehadiran digital yang kuat juga memperluas akses layanan dan kolaborasi.



Lihat Postingan Asli di: https://www.instagram.com/p/DRyrdG3iURh/?img_index=1
Lihat Berita Lainnya: https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/berita-terkini/