BPVP Bandung Barat bersama Komnas Disabilitas melaksanakan monitoring Program Tailor Made Training pada Minggu, 5 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di SLB Miftahul Falah, Cimaung, Kabupaten Bandung. Program ini menjadi wujud nyata komitmen menghadirkan pendidikan vokasi inklusif bagi penyandang disabilitas. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelatihan berjalan optimal dan memberikan dukungan langsung kepada peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi agar metode pelatihan dapat terus ditingkatkan. Dengan adanya monitoring, kualitas pembelajaran diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kehadiran Tokoh Penting
Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, Ibu Dante Rigmalia, serta Kepala BPVP Bandung Barat, Bapak Iman Riswandi. Dalam sambutannya, keduanya memberikan motivasi agar peserta tetap semangat belajar. Mereka menekankan pentingnya mengembangkan potensi diri dan meningkatkan keterampilan sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Kehadiran tokoh penting ini menambah semangat peserta untuk terus berusaha. Dukungan moral dari pimpinan lembaga juga memperkuat rasa percaya diri peserta. Dengan adanya perhatian langsung dari pemangku kebijakan, pelatihan ini semakin terasa bermakna.
Dukungan untuk Kemandirian Peserta
Melalui program ini, peserta didorong membangun kepercayaan diri dan kemandirian. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan mampu bersaing di dunia kerja. Selain itu, peserta juga diarahkan agar berkontribusi secara optimal dalam masyarakat. Dukungan yang diberikan menjadi langkah nyata untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Program ini juga menekankan pentingnya sikap disiplin dan tanggung jawab. Peserta dilatih agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja dengan kesiapan mental dan keterampilan praktis.
Sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama BPVP Bandung Barat dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Fokus pelatihan diarahkan pada kejuruan peternakan, khususnya pembudidayaan maggot Black Soldier Fly (BSF). Program ini masuk dalam agenda Tahun Anggaran 2026. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta sekaligus membuka peluang usaha baru. Dengan adanya kolaborasi, peserta dapat memahami standar industri yang berlaku. Hal ini juga membuka kesempatan untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lokal.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui kolaborasi yang terjalin, program ini diharapkan terus diperkuat. Tujuannya adalah membuka lebih banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Selain itu, program ini mendorong kemandirian peserta didik di sekolah luar biasa. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi inklusif dapat memberdayakan seluruh lapisan masyarakat. Harapan besar juga muncul agar program ini menjadi model bagi daerah lain. Dengan demikian, pendidikan vokasi inklusif dapat berkembang secara nasional dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.



Lihat Postingan Asli di: https://www.instagram.com/p/DW0MSmkCYYh/?img_index=1
Lihat Berita Lainnya: https://bpvpbandungbarat.kemnaker.go.id/berita-terkini/